Menyingkap Misteri “Asiatic Mongoloid”

Selamat datang, Sobat Ilyas!

Hello, Sobat Ilyas! Apa kabar? Kali ini, kita akan membahas tentang istilah “Asiatic Mongoloid” yang sering kita dengar. Istilah ini sering digunakan dalam dunia antropologi, namun apa sebenarnya makna dari istilah ini? Mari kita bahas bersama!

Istilah “Asiatic Mongoloid” merujuk pada golongan ras manusia yang memiliki ciri-ciri fisik tertentu. Ciri-ciri fisik ini meliputi mata yang cenderung kecil, rambut hitam lurus, dan kulit kuning langsat. Istilah ini pertama kali digunakan oleh ahli antropologi Amerika Serikat, Carleton S. Coon pada tahun 1939. Namun, istilah ini kini dianggap tidak tepat dan kurang sensitif.

Sebagai gantinya, istilah “Mongoloid” sekarang lebih sering digunakan. Namun, istilah ini juga dianggap kurang tepat karena dapat menimbulkan konotasi negatif dan diskriminasi terhadap orang-orang dari ras ini.

Jadi, sebenarnya apa yang dimaksud dengan “Asiatic Mongoloid”? Menurut ahli antropologi, ras Mongoloid berasal dari Asia Timur dan Asia Tenggara. Orang-orang dari ras ini ditemukan di negara-negara seperti China, Jepang, Korea, dan Mongolia.

Selain ciri-ciri fisik, orang-orang dari ras Mongoloid juga memiliki ciri-ciri budaya dan bahasa yang khas. Misalnya, bahasa Mandarin yang umum digunakan di China, atau kebiasaan makan nasi dan menggunakan sumpit yang umum di negara-negara Asia Timur.

Perlu diketahui, istilah “ras” tidak dapat digunakan secara ilmiah karena tidak memiliki dasar genetik yang jelas. Namun, istilah ini masih sering digunakan dalam dunia antropologi untuk mengelompokkan manusia berdasarkan ciri-ciri fisik, budaya, dan bahasa.

Sekarang, kita akan mempelajari beberapa ciri-ciri fisik dan budaya yang dimiliki oleh orang-orang dari ras Mongoloid.

Ciri-ciri Fisik Orang Mongoloid

1. Mata yang cenderung kecil dan monolid atau tidak memiliki lipatan kelopak mata yang jelas.

2. Rambut hitam lurus dan tebal.

3. Kulit kuning langsat.

4. Tubuh yang cenderung pendek dengan proporsi tubuh yang seimbang.

5. Wajah yang lebar dengan tulang pipi yang menonjol.

6. Telinga yang cenderung kecil dan tidak menonjol.

7. Gigi yang cenderung lebih kecil dan rapi.

Ciri-ciri fisik tersebut dapat ditemukan pada orang-orang dari ras Mongoloid, namun tidak selalu berlaku untuk semua orang. Setiap orang memiliki perbedaan fisik yang unik, terlepas dari ras atau etnisnya.

Ciri-ciri Budaya Orang Mongoloid

1. Kebiasaan makan nasi dan menggunakan sumpit sebagai alat makan.

2. Kebiasaan minum teh sebagai minuman sehari-hari.

3. Bahasa Mandarin sebagai bahasa utama di China.

4. Bahasa Jepang sebagai bahasa utama di Jepang.

5. Bahasa Korea sebagai bahasa utama di Korea.

6. Kebiasaan menggunakan masker wajah untuk melindungi diri dari polusi udara.

7. Kebiasaan menggunakan pakaian tradisional seperti kimono di Jepang atau hanbok di Korea.

Ciri-ciri budaya tersebut adalah contoh dari kebiasaan dan budaya yang khas dari orang-orang dari ras Mongoloid. Namun, seperti halnya dengan ciri-ciri fisik, ciri-ciri budaya ini tidak selalu berlaku untuk semua orang dari ras ini.

Kesimpulan

Menjaga Sensitivitas dalam Menggunakan Istilah

Setelah kita membahas tentang istilah “Asiatic Mongoloid”, kita dapat menyimpulkan bahwa istilah ini tidak lagi digunakan dan dianggap tidak tepat dan kurang sensitif. Sebagai gantinya, istilah “Mongoloid” sering digunakan, namun juga dianggap dapat menimbulkan konotasi negatif dan diskriminasi terhadap orang-orang dari ras ini. Oleh karena itu, kita harus selalu menjaga sensitivitas dalam menggunakan istilah dan tidak menimbulkan diskriminasi terhadap kelompok manusia tertentu.

Sekian pembahasan kita tentang “Asiatic Mongoloid”. Semoga artikel ini dapat memberikan pengetahuan baru dan memperluas wawasan kita tentang keragaman manusia di dunia ini. Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya!