Tektonisme Adalah

Pendahuluan

Hello Sobat Ilyas, pasti kamu sudah pernah mendengar kata “tektonisme” bukan? Tektonisme adalah suatu gejala yang terjadi pada permukaan bumi. Tektonisme sering dikaitkan dengan bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung api, dan tsunami. Namun, apakah kamu tahu apa itu tektonisme secara lebih detail? Yuk, kita bahas bersama-sama.

Pengertian Tektonisme

Tektonisme adalah gejala pergerakan kerak bumi yang terjadi secara perlahan-lahan dan terus-menerus. Pergerakan ini terjadi akibat adanya energi panas yang berasal dari dalam bumi. Pada permukaan bumi, pergerakan ini dapat terlihat dalam bentuk sesar atau lipatan pada lapisan batuan.

Jenis-Jenis Tektonisme

Ada beberapa jenis tektonisme yang terjadi di permukaan bumi, yaitu:

1. Tektonisme DivergenPada jenis tektonisme ini, terjadi pergerakan kerak bumi yang menjauh dari pusat pertemuan. Hal ini membuat terbentuknya lempeng tektonik yang saling menjauh dan membentuk celah. Contoh dari jenis tektonisme divergen adalah patahan Laut Merah di Afrika.2. Tektonisme KonvergenJenis tektonisme ini terjadi ketika dua lempeng tektonik saling bergerak mendekat. Terdapat dua jenis pergerakan pada tektonisme konvergen, yaitu subduksi dan kolisi. Subduksi terjadi ketika lempeng tektonik yang lebih padat menekan lempeng tektonik yang lebih tipis. Sedangkan kolisi terjadi ketika dua lempeng tektonik yang sama padatnya bertabrakan. Contoh dari jenis tektonisme konvergen adalah Pegunungan Himalaya.3. Tektonisme TransformJenis tektonisme ini terjadi ketika dua lempeng tektonik saling bergerak sejajar satu sama lain. Pada jenis tektonisme ini, tidak terjadi pergerakan vertikal seperti pada jenis tektonisme divergen dan konvergen. Contoh dari jenis tektonisme transform adalah patahan San Andreas di California, Amerika Serikat.4. Tektonisme ResidualTektonisme residual terjadi ketika lempeng tektonik mengalami pergerakan kecil-kecil dalam jangka waktu yang lama. Pergerakan ini tidak terlalu terlihat namun dapat terakumulasi dalam jangka waktu yang lama dan menyebabkan perubahan pada bentuk dan posisi batuan. Contoh dari jenis tektonisme residual adalah terbentuknya formasi gunung batu kapur di Cina.

Dampak Tektonisme

Pergerakan kerak bumi yang terjadi akibat tektonisme dapat menimbulkan dampak yang berbeda-beda. Beberapa dampak yang sering terjadi akibat tektonisme adalah:

1. Gempa BumiGempa bumi terjadi akibat adanya pergerakan pada kerak bumi. Gempa bumi dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan, infrastruktur, dan bahkan menimbulkan korban jiwa.2. Letusan Gunung ApiPergerakan pada kerak bumi juga dapat memicu letusan gunung api. Letusan ini dapat mengeluarkan asap, abu vulkanik, dan bahkan lava. Letusan gunung api dapat merusak tanah dan hutan di sekitarnya.3. TsunamiPergerakan pada kerak bumi yang terjadi di dasar laut dapat memicu terjadinya tsunami. Tsunami dapat merusak pantai, tempat tinggal, dan bahkan menimbulkan korban jiwa.4. Lipatan BatuanPergerakan kerak bumi juga dapat menyebabkan terjadinya lipatan batuan. Lipatan batuan dapat terbentuk akibat tekanan dan pergerakan pada lapisan batuan.

Kesimpulan

Tektonisme adalah gejala pergerakan kerak bumi yang terjadi akibat adanya energi panas dari dalam bumi. Terdapat beberapa jenis tektonisme yang terjadi di permukaan bumi seperti tektonisme divergen, konvergen, transform, dan residual. Tektonisme dapat menimbulkan dampak yang berbeda-beda seperti gempa bumi, letusan gunung api, tsunami, dan lipatan batuan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami betapa pentingnya menjaga keseimbangan alam demi keberlangsungan hidup umat manusia di bumi ini.

Sampai Jumpa Kembali di Artikel Menarik Lainnya