Raja Majapahit: Kisah Sang Penguasa Besar

Hello Sobat Ilyas! Apa kabar hari ini? Kita akan membahas tentang salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia, yaitu Raja Majapahit. Siapa sebenarnya sosok di balik kejayaan kerajaan besar ini? Yuk, kita simak kisahnya!

Masa Kecil dan Awal Perjalanan

Raja Majapahit bernama asli Raden Wijaya, lahir pada tahun 1247 di Trowulan, Jawa Timur. Ia merupakan putra dari seorang bangsawan yang terkenal kuat, Raden Wijaya juga memiliki saudara tiri bernama Jayanegara. Namun, masa kecilnya tidaklah mudah. Keluarganya mengalami banyak konflik dan akhirnya diasingkan ke Madura.

Setelah dewasa, Raden Wijaya bergabung dengan pasukan Mongol yang saat itu menyerang Singhasari. Ia kemudian mengkhianati pasukan tersebut dan membantu pasukan Singhasari untuk mengalahkan Mongol. Dalam balas jasa, ia diberi gelar Mahapatih atau perdana menteri oleh Kertanegara, raja Singhasari saat itu.

Mendirikan Kerajaan Majapahit

Pada tahun 1292, pasukan Mongol yang dipimpin oleh Kubilai Khan kembali menyerang Jawa. Kertanegara yang saat itu memimpin kerajaan Singhasari tewas dalam serangan tersebut. Raden Wijaya yang khawatir akan keamanan dirinya dan kerabatnya memutuskan untuk melarikan diri ke hutan. Di sana, ia bertemu dengan seorang dukun yang memberinya petunjuk untuk mendirikan kerajaan baru.

Pada tahun 1293, Raden Wijaya mendirikan kerajaan Majapahit dengan dukungan dari para bangsawan dan rakyat. Ia memerintah dengan bijaksana dan berhasil memperluas wilayah kekuasaannya hingga mencakup sebagian besar wilayah Indonesia saat ini.

Kejayaan Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit mencapai masa kejayaannya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, cucu Raden Wijaya. Pada masa ini, kerajaan Majapahit menjadi salah satu kerajaan terbesar di Asia Tenggara. Hayam Wuruk juga memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga seperti Siam dan Cina, serta menerima delegasi dari negara-negara seperti India dan Arab.

Kejayaan kerajaan Majapahit terlihat dari banyaknya bangunan megah dan peninggalan arkeologis yang masih dapat ditemukan hingga saat ini. Di antaranya adalah Candi Penataran di Blitar, Candi Sukuh di Karanganyar, dan Candi Jawi di Mojokerto.

Perkembangan Seni dan Budaya

Selain kejayaan di bidang politik dan militer, kerajaan Majapahit juga dikenal sebagai zaman keemasan seni dan budaya. Beberapa seni dan budaya yang berkembang pada masa ini antara lain seni ukir dan seni pahat. Salah satu contohnya adalah relief di Candi Borobudur yang menjadi ikon Indonesia.

Budaya Majapahit juga diwarnai dengan keberagaman agama dan kepercayaan. Di samping agama Hindu-Buddha yang dianut oleh kerajaan, masyarakat juga memeluk kepercayaan animisme dan dinamisme.

Kehancuran Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran pada abad ke-15. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain adanya perebutan kekuasaan di dalam kerajaan, serangan dari kekuatan luar seperti Demak dan Malaka, serta bencana alam seperti letusan Gunung Merapi.

Pada tahun 1478, kerajaan Majapahit secara resmi berakhir setelah terjadinya perang saudara antara cucu Hayam Wuruk, yaitu Girindrawardhana dan Purbawisesa. Pasca kehancuran kerajaan, wilayah Jawa Timur berada di bawah kekuasaan Demak dan Cirebon. Namun, warisan budaya dan sejarah kerajaan Majapahit tetap hidup hingga saat ini.

Kesimpulan

Demikianlah kisah tentang Raja Majapahit, sosok penguasa besar yang berhasil memimpin kerajaan hingga mencapai masa kejayaannya. Kerajaan Majapahit menjadi salah satu kerajaan terbesar di Asia Tenggara pada masanya, dan memberikan warisan budaya dan sejarah yang sangat berharga bagi Indonesia.

Sampai jumpa kembali di artikel menarik berikutnya! Terima kasih telah membaca artikel ini, Sobat Ilyas.