Perlawanan Rakyat Maluku

Pendahuluan

Hello Sobat Ilyas! Peringatan tentang perlawanan rakyat Maluku terhadap penjajahan Belanda diawali pada tahun 1512 ketika Portugis datang dan menjajah Maluku. Perlawanan berlanjut ketika Belanda mengambil alih kekuasaan Portugis pada tahun 1605. Perlawanan rakyat Maluku menjadi legenda yang masih dikenang hingga saat ini.

Perjuangan Rakyat Maluku

Perjuangan rakyat Maluku dimulai sejak pemerintahan kolonial Belanda diberlakukan di Maluku. Rakyat Maluku merasa tersingkirkan oleh pemerintah kolonial Belanda. Pemerintah kolonial Belanda melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah dan mengeluarkan pajak yang sangat berat bagi rakyat Maluku.Rakyat Maluku menolak kebijakan pemerintah kolonial Belanda dengan cara yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan kekerasan dan ada yang memilih jalur damai. Beberapa pemimpin perlawanan terkenal dari Maluku adalah Kapitan Pattimura, Thomas Matulessy, dan Christina Martha Tiahahu.

Kapitan Pattimura

Salah satu tokoh perlawanan rakyat Maluku yang terkenal adalah Kapitan Pattimura. Ia memimpin perlawanan rakyat Maluku pada tanggal 15 Mei 1817. Pattimura dan pasukannya menyerang Benteng Duurstede yang dijaga oleh pasukan Belanda.Meskipun pasukan Pattimura kalah dalam pertempuran, namun perjuangannya telah memberikan semangat bagi rakyat Maluku untuk melawan penjajahan Belanda. Pattimura kemudian dihukum mati oleh Belanda pada tanggal 16 Desember 1817.

Thomas Matulessy

Thomas Matulessy atau lebih dikenal dengan nama Kapitan Pattimura II adalah putra dari Kapitan Pattimura. Ia meneruskan perjuangan ayahnya dengan melakukan serangan ke pos-pos Belanda di Saparua pada tahun 1836.Namun, serangan tersebut gagal dan Thomas Matulessy ditangkap oleh Belanda. Ia dihukum mati pada tanggal 16 Desember 1836. Thomas Matulessy dikenal sebagai pahlawan nasional Maluku dan hari kelahirannya diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional.

Christina Martha Tiahahu

Christina Martha Tiahahu adalah seorang pemimpin perempuan dalam perjuangan rakyat Maluku. Ia memimpin pasukan perempuan dari desa Aboru melawan pasukan Belanda pada tahun 1817.Meskipun pasukannya kalah dalam pertempuran, Christina Martha Tiahahu terus memimpin pasukannya dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda. Ia kemudian ditangkap dan diasingkan ke Pulau Java. Christina Martha Tiahahu dikenal sebagai pahlawan nasional dan hari kelahirannya diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional.

Kesimpulan

Perlawanan rakyat Maluku terhadap penjajahan Belanda merupakan perjuangan yang sangat berat. Rakyat Maluku melakukan perjuangan dengan berbagai cara dan tokoh-tokoh perjuangan mereka masih dikenang hingga saat ini.Perjuangan rakyat Maluku memberikan semangat bagi bangsa Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaannya dari penjajahan Belanda. Kita harus selalu menghargai dan mengenang perjuangan rakyat Maluku serta menghormati jasa-jasa para pahlawan perjuangan Maluku. Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya, Sobat Ilyas!