Passive Voice Exercise

Hello Sobat Ilyas!

Mungkin banyak dari kita yang merasa kesulitan saat menulis dalam bentuk passive voice. Padahal, penggunaan passive voice sendiri sangatlah penting dalam penulisan akademis atau karya tulis ilmiah. Agar kamu lebih terbiasa dan mahir dalam menggunakan passive voice, kali ini kita akan berlatih bersama-sama. Yuk, simak artikel ini sampai habis!

Apa Itu Passive Voice?

Sebelum memulai latihan, mari kita bahas dulu apa itu passive voice. Passive voice adalah bentuk kalimat di mana subjek menerima aksi yang dilakukan oleh objek. Contohnya, “The cake was eaten by John” dibandingkan dengan “John ate the cake”. Pada kalimat pertama, subjek “cake” menerima aksi “eaten” dari objek “John”.

Mengapa Penting Menggunakan Passive Voice?

Penggunaan passive voice sangat penting dalam penulisan akademis atau karya tulis ilmiah karena memberikan penekanan pada hasil atau hasil yang dihasilkan, bukan pada pelakunya. Hal ini membuat tulisan lebih objektif dan fokus pada apa yang dihasilkan. Selain itu, menggunakan passive voice juga dapat membuat tulisan lebih sopan dan formal.

Latihan Passive Voice

Sekarang, mari kita mulai latihan passive voice. Untuk memudahkan, kita akan menggunakan contoh kalimat sederhana.

1. Active voice: She drinks water.

Untuk merubah kalimat tersebut menjadi passive voice, pertama-tama kita perlu menentukan objek dan subjeknya.

Objek: water

Subjek: She

Selanjutnya, tambahkan kata kerja bantu “is/am/are/was/were” di depan objek dan tambahkan kata “by” di belakang objek.

2. Passive voice: Water is drunk by her.

Latihan Passive Voice Lebih Lanjut

Sekarang, kamu sudah memahami dasar-dasar penggunaan passive voice. Mari kita lanjutkan dengan latihan yang lebih lanjut.

1. Active voice: The teacher teaches the students.

2. Active voice: The boy broke the vase.

3. Active voice: The company will launch a new product.

4. Active voice: I will write an article.

5. Active voice: The wind blew the leaves off the tree.

Coba ubah kalimat-kalimat di atas menjadi passive voice. Jangan lupa untuk menentukan objek dan subjeknya terlebih dahulu.

Tips Menggunakan Passive Voice

Untuk membuat tulisan lebih baik, berikut adalah beberapa tips untuk menggunakan passive voice:

1. Gunakan passive voice ketika hasil atau hasil yang dihasilkan lebih penting daripada pelakunya.

2. Gunakan passive voice ketika kamu ingin menekankan objek.

3. Gunakan passive voice ketika kamu ingin membuat tulisan lebih sopan dan formal.

4. Gunakan passive voice dengan bijak dan jangan terlalu sering menggunakannya.

Kesimpulan

Dalam penulisan akademis atau karya tulis ilmiah, penggunaan passive voice sangatlah penting. Selain memberikan penekanan pada hasil atau hasil yang dihasilkan, penggunaan passive voice juga membuat tulisan lebih sopan dan formal. Dalam latihan ini, kita telah berlatih menggunakan passive voice dengan contoh kalimat sederhana. Jangan lupa untuk menggunakan passive voice dengan bijak dan jangan terlalu sering menggunakannya.

Sampai Jumpa Kembali di Artikel Menarik Lainnya!