Ibid Op Cit Loc Cit: Apa Itu dan Bagaimana Cara Menggunakannya?

Hello Sobat Ilyas, sudahkah kamu mengenal istilah Ibid Op Cit Loc Cit? Bagi sebagian orang, istilah ini mungkin terasa asing dan membingungkan. Namun, sebenarnya Ibid Op Cit Loc Cit adalah singkatan dari beberapa frasa Latin yang sering digunakan dalam penulisan akademik. Penasaran? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang Ibid Op Cit Loc Cit, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu apa itu referensi. Referensi adalah sumber informasi yang digunakan dalam sebuah karya tulis, baik itu artikel, skripsi, tesis, atau disertasi. Referensi ini dapat berupa buku, jurnal, artikel, atau sumber-sumber lainnya yang relevan dengan topik yang dibahas.

Referensi sangat penting dalam penulisan akademik karena dapat memperkuat argumen yang diutarakan oleh penulis. Selain itu, penggunaan referensi juga dapat menunjukkan bahwa penulis telah melakukan penelitian dan membaca sumber-sumber yang relevan dengan topik yang dibahas.

Nah, kembali ke Ibid Op Cit Loc Cit. Istilah ini sebenarnya merupakan singkatan dari tiga frasa Latin, yaitu:

  • Ibidem (Ibid.) yang artinya “di tempat yang sama”
  • Opere citato (Op. Cit.) yang artinya “dalam karya yang telah disebutkan”
  • Loco citato (Loc. Cit.) yang artinya “di tempat yang telah disebutkan”

Singkatnya, Ibid Op Cit Loc Cit digunakan untuk menghindari pengulangan dalam pengutipan referensi. Dengan menggunakan Ibid Op Cit Loc Cit, penulis dapat menyebutkan sumber yang sama tanpa harus menulis ulang informasi rinci mengenai sumber tersebut.

Contoh penggunaan Ibid Op Cit Loc Cit:

1. Ibidem (Ibid.)

Contoh penggunaan Ibidem (Ibid.):

“Sriyanto (2010) menyatakan bahwa keberhasilan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal. Namun, faktor internal seperti sumber daya manusia (SDM) dan struktur organisasi seringkali diabaikan oleh para pengusaha (Ibid., hlm. 27).”

Dalam contoh tersebut, Ibid. digunakan untuk mengacu pada sumber yang sama dengan kalimat sebelumnya, yaitu Sriyanto (2010).

2. Opere citato (Op. Cit.)

Contoh penggunaan Opere citato (Op. Cit.):

“Menurut Sari (2015), pemanfaatan teknologi informasi dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja dalam sebuah perusahaan. Hal ini sejalan dengan pandangan yang diungkapkan oleh Sriyanto (2010) bahwa faktor teknologi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah organisasi (Op. Cit.).”

Dalam contoh tersebut, Op. Cit. digunakan untuk mengacu pada sumber yang sama dengan kalimat sebelumnya, yaitu Sriyanto (2010).

3. Loco citato (Loc. Cit.)

Contoh penggunaan Loco citato (Loc. Cit.):

“Menurut Sari (2015), pemanfaatan teknologi informasi dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja dalam sebuah perusahaan. Hal ini sejalan dengan pandangan yang diungkapkan oleh Sriyanto (2010) bahwa faktor teknologi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan sebuah organisasi (Loc. Cit.).”

Dalam contoh tersebut, Loc. Cit. digunakan untuk mengacu pada sumber yang sama dengan kalimat sebelumnya, yaitu Sriyanto (2010).

Namun, perlu diingat bahwa penggunaan Ibid Op Cit Loc Cit tidak selalu diperbolehkan dalam setiap format penulisan. Beberapa format penulisan seperti APA dan Chicago Manual of Style tidak merekomendasikan penggunaan Ibid Op Cit Loc Cit. Oleh karena itu, sebaiknya kamu mempelajari aturan penulisan referensi yang berlaku dalam format penulisan yang digunakan.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai Ibid Op Cit Loc Cit. Meskipun terdengar membingungkan, penggunaannya sebenarnya cukup mudah dipahami. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kamu yang sedang melakukan penulisan akademik. Jangan lupa untuk selalu memperhatikan aturan penulisan yang berlaku dan mengutip sumber dengan benar. Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya!

Referensi

Sari, R. (2015). Pemanfaatan teknologi informasi dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja dalam sebuah perusahaan. Jurnal Manajemen, 10(2), 157-168.

Sriyanto. (2010). Pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap keberhasilan suatu organisasi. Jurnal Bisnis dan Manajemen, 5(1), 23-30.