Contoh Passive Voice: Apa Itu dan Bagaimana Menghindarinya?

Hello Sobat Ilyas, kita semua pasti pernah mendengar tentang passive voice, tetapi apakah Sobat Ilyas tahu apa itu dan bagaimana cara menghindarinya?

Apa Itu Passive Voice?

Passive voice adalah suatu cara untuk mengekspresikan suatu kalimat atau frasa dengan fokus pada objek yang dijadikan subjek. Dalam passive voice, subjek dalam kalimat adalah objek dari tindakan yang dilakukan oleh pelaku tindakan (agent).

Contohnya, kalimat “Buku itu ditulis oleh John” adalah contoh passive voice. Subjek dalam kalimat ini adalah “buku”, objeknya adalah “itu”, dan pelakunya adalah “John”. Dalam kalimat ini, fokus diberikan pada objek “buku” dan bukan pada pelaku tindakan “John”.

Bagaimana Menghindari Passive Voice?

Meskipun passive voice dapat digunakan dalam beberapa konteks, banyak penulis dan pengajar bahasa Inggris menyarankan untuk menghindari penggunaan passive voice dalam tulisan formal dan akademik.

Berikut adalah beberapa tips untuk menghindari passive voice:

1. Fokus pada Pelaku Tindakan

Alih-alih fokus pada objek, coba fokus pada pelaku tindakan. Contohnya, ganti kalimat “Buku itu ditulis oleh John” menjadi “John menulis buku itu”. Dalam kalimat ini, fokus diberikan pada pelaku tindakan “John”.

2. Gunakan Active Voice

Active voice adalah kebalikan dari passive voice, di mana subjek dalam kalimat melakukan tindakan pada objek. Contohnya, kalimat “John menulis buku itu” adalah contoh active voice. Dalam kalimat ini, fokus diberikan pada pelaku tindakan “John”.

3. Pilih Kata Kerja yang Tepat

Kata kerja juga dapat mempengaruhi penggunaan active atau passive voice. Beberapa kata kerja seperti “is”, “am”, “are”, “was”, dan “were” cenderung menghasilkan kalimat passive voice. Sebaliknya, kata kerja seperti “write”, “do”, dan “create” cenderung menghasilkan kalimat active voice.

4. Perhatikan Struktur Kalimat

Struktur kalimat juga dapat mempengaruhi penggunaan active atau passive voice. Kalimat passive voice seringkali memiliki struktur “objek + kata kerja to be + past participle”. Sebaliknya, kalimat active voice seringkali memiliki struktur “subjek + kata kerja + objek”. Coba perhatikan struktur kalimat saat menulis untuk menghindari penggunaan passive voice.

Contoh Passive Voice dalam Kehidupan Sehari-hari

Passive voice sering digunakan dalam bahasa sehari-hari, terutama dalam percakapan informal. Berikut adalah beberapa contoh passive voice dalam kehidupan sehari-hari:

“Mobil saya dicuci oleh tukang cuci mobil.” (Active voice: “Tukang cuci mobil mencuci mobil saya.”)

“Baju saya dicuci oleh ibu.” (Active voice: “Ibu mencuci baju saya.”)

“Kopi ini dibuat dengan biji kopi yang bagus.” (Active voice: “Saya membuat kopi ini dengan biji kopi yang bagus.”)

Penutup

Sekarang Sobat Ilyas sudah tahu apa itu passive voice dan bagaimana menghindarinya. Ingatlah untuk selalu memperhatikan penggunaan active voice saat menulis untuk menghasilkan tulisan yang lebih jelas dan mudah dipahami. Terima kasih telah membaca, sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya!