Contoh Bioteknologi Konvensional dan Modern

Hello, Sobat Ilyas! Bioteknologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan penggunaan organisme, sistem biologi, dan teknologi untuk menghasilkan produk atau layanan yang bermanfaat bagi manusia. Bioteknologi terus berkembang dari waktu ke waktu dan dibagi menjadi dua jenis, yaitu bioteknologi konvensional dan modern.

Bioteknologi Konvensional

Bioteknologi konvensional lebih dikenal sebagai teknik pemuliaan tanaman dan hewan, serta produksi makanan fermentasi. Contohnya, teknik pemuliaan tanaman konvensional dilakukan dengan cara mengambil sifat-sifat unggul dari tanaman tertentu dan memindahkan sifat tersebut ke tanaman lain melalui persilangan. Sedangkan produksi makanan fermentasi dilakukan dengan cara memanfaatkan mikroorganisme untuk mengubah bahan pangan menjadi produk makanan yang lebih bermanfaat.

Contoh lain dari bioteknologi konvensional adalah teknik reproduksi buatan pada hewan ternak. Teknik ini dilakukan dengan cara mengambil sel telur dari induk betina dan membuahi sel tersebut di laboratorium. Selanjutnya, embrio hasil dari reproduksi buatan tersebut ditanamkan ke dalam rahim induk betina dan diharapkan dapat tumbuh menjadi anak yang sehat.

Bioteknologi Modern

Bioteknologi modern menggunakan teknologi DNA untuk menghasilkan produk atau layanan yang bermanfaat bagi manusia. Teknologi ini digunakan dalam berbagai bidang, seperti farmasi, pangan, energi, dan lingkungan. Contoh dari bioteknologi modern adalah rekayasa genetika. Teknik ini dilakukan dengan cara memanipulasi DNA suatu organisme untuk menghasilkan sifat-sifat yang diinginkan.

Contoh penerapan bioteknologi modern dalam bidang farmasi adalah produksi insulin rekombinan. Insulin rekombinan adalah insulin yang diproduksi melalui teknologi rekayasa genetika, sehingga memiliki tingkat kemurnian yang lebih baik daripada insulin konvensional. Selain itu, bioteknologi modern juga digunakan dalam produksi vaksin, obat-obatan, dan terapi gen.

Perbedaan Bioteknologi Konvensional dan Modern

Perbedaan utama antara bioteknologi konvensional dan modern adalah teknologi yang digunakan. Bioteknologi konvensional menggunakan teknik pemuliaan dan produksi makanan fermentasi, sedangkan bioteknologi modern menggunakan teknologi DNA dan rekayasa genetika. Selain itu, bioteknologi modern memiliki potensi yang lebih besar dalam menghasilkan produk atau layanan yang lebih bermanfaat bagi manusia.

Kesimpulan

Dalam perkembangannya, bioteknologi terbagi menjadi dua jenis, yaitu bioteknologi konvensional dan modern. Bioteknologi konvensional lebih dikenal sebagai teknik pemuliaan tanaman dan hewan serta produksi makanan fermentasi, sedangkan bioteknologi modern menggunakan teknologi DNA dan rekayasa genetika untuk menghasilkan produk atau layanan yang bermanfaat bagi manusia. Meskipun demikian, kedua jenis bioteknologi ini memiliki manfaat yang sama-sama penting bagi manusia.

Sampai Jumpa Kembali di Artikel Menarik Lainnya!