Bacaan Idgham Bighunnah: Cara Membaca Huruf N dan Mempengaruhi Artikulasi Kata

Pengenalan

Hello Sobat Ilyas! Apakah kamu pernah mendengar tentang istilah Idgham Bighunnah? Istilah ini seringkali digunakan dalam dunia tajwid atau ilmu membaca Al-Quran. Idgham Bighunnah adalah sebuah teknik membaca yang bertujuan untuk menghilangkan perbedaan antara huruf hijaiyah yang satu dengan yang lain. Dalam artikel ini, kita akan membahas tentang bacaan Idgham Bighunnah secara lengkap.

Definisi Idgham Bighunnah

Idgham Bighunnah dapat diartikan sebagai penggabungan atau penghilangan huruf yang sama jenisnya dalam membaca Al-Quran. Jadi, ketika kita menemukan dua huruf hijaiyah yang sama jenisnya bertemu dan harus dibaca dalam satu kata, maka salah satu huruf tersebut harus dihilangkan atau digabungkan dengan huruf lainnya. Contoh sederhana adalah ketika kita membaca kata “binatang”. Kata ini mengandung dua huruf “n” yang sama jenisnya. Dalam teknik Idgham Bighunnah, kita harus menghilangkan salah satu huruf “n” tersebut atau menggabungkannya dengan huruf lainnya.

Bacaan Idgham Bighunnah

Secara umum, ada enam huruf hijaiyah yang termasuk dalam kategori Idgham Bighunnah. Keenam huruf tersebut adalah nun (ن), mim (م), wau (و), ya (ي), lam (ل), dan ra (ر). Ketika huruf nun atau mim bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah yang tergolong dalam kategori huruf izhar (bacaan jelas), maka kedua huruf tersebut harus digabungkan. Contohnya adalah ketika kita membaca kata “minuman”. Huruf mim dan nun di dalam kata tersebut harus digabungkan menjadi satu suara yang dipanggil dengan bacaan Idgham Bighunnah. Sedangkan jika huruf nun atau mim bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah yang tergolong dalam kategori huruf iqlab (bacaan tertutup), maka huruf nun atau mim harus dihilangkan dan diucapkan dengan bacaan iqlab. Contohnya adalah ketika kita membaca kata “wanita”. Huruf nun pada kata tersebut harus dihilangkan dan diucapkan dengan bacaan iqlab sehingga menjadi “wamita”. Untuk huruf wau dan ya, jika bertemu dengan huruf hijaiyah yang tergolong dalam kategori huruf izhar, maka kedua huruf tersebut harus digabungkan. Namun jika bertemu dengan huruf iqlab, maka huruf wau atau ya harus dihilangkan dan diucapkan dengan bacaan iqlab. Sedangkan untuk huruf lam dan ra, jika bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah yang tergolong dalam kategori huruf izhar, maka kedua huruf tersebut harus digabungkan. Namun jika bertemu dengan huruf iqlab, maka huruf lam atau ra harus dihilangkan dan diucapkan dengan bacaan iqlab.

Penulisan Idgham Bighunnah dalam Al-Quran

Dalam penulisan Al-Quran, Idgham Bighunnah ditandai dengan sebuah tanda baca berupa lambang bulan sabit (ه). Tanda baca ini menunjukkan bahwa dua huruf yang bertemu harus digabungkan atau dihilangkan sesuai dengan aturan Idgham Bighunnah.

Kesimpulan

Idgham Bighunnah adalah teknik membaca Al-Quran yang bertujuan untuk menghilangkan perbedaan antara huruf hijaiyah yang satu dengan yang lain. Ada enam huruf hijaiyah yang termasuk dalam kategori Idgham Bighunnah, yaitu nun, mim, wau, ya, lam, dan ra. Ketika huruf-huruf tersebut bertemu dengan huruf izhar, maka harus digabungkan. Namun jika bertemu dengan huruf iqlab, maka harus dihilangkan atau diucapkan dengan bacaan iqlab. Dalam penulisan Al-Quran, Idgham Bighunnah ditandai dengan sebuah tanda baca berupa lambang bulan sabit. Dengan memahami teknik membaca ini, kita dapat membaca Al-Quran dengan benar dan memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT. Sampai jumpa kembali di artikel menarik lainnya!