Ayat Alquran tentang Larangan Zina

Pengenalan

Hello, Sobat Ilyas! Kali ini, kita akan membahas tentang ayat Alquran yang melarang zina. Sebagai umat Muslim, kita harus mengetahui dan mematuhi segala aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Salah satu aturan tersebut adalah larangan berzina. Mari kita simak ayat-ayat Alquran yang terkait dengan larangan ini.

Surah Al-Isra (17) ayat 32

Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.”Ayat ini sangat jelas dan tegas, Allah SWT melarang kita untuk mendekati zina. Kita harus menjauhinya karena zina adalah perbuatan yang keji dan buruk. Sebagai umat Muslim, kita harus mematuhi aturan ini dan menjaga kesucian diri kita.

Surah An-Nur (24) ayat 2

“Allah SWT berfirman, ‘Laki-laki yang berzina tidak boleh menikahi selain perempuan yang berzina atau perempuan musyrik, dan perempuan yang berzina tidak boleh dinikahi selain oleh laki-laki yang berzina atau laki-laki musyrik. Dan perbuatan itu adalah perbuatan yang buruk.'”Ayat ini menjelaskan tentang hukum bagi orang yang berzina. Mereka tidak boleh menikahi orang yang tidak berzina atau orang yang beragama Islam. Hal ini menunjukkan bahwa Allah SWT sangat memperhatikan kesucian dan kehormatan seseorang.

Surah Al-Furqan (25) ayat 68-70

“Allah SWT berfirman, ‘Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan selain Allah, dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah melainkan dengan alasan yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian, maka akan mendapat balasan dosa. Azabnya akan dilipatgandakan pada hari kiamat, dan ia akan kekal dalam siksa itu, dan Allah akan menghinakan dia dan mengazab dia dengan azab yang besar.'”Ayat ini mengandung ancaman bagi pelaku zina. Mereka akan mendapat balasan dosa dan dihukum dengan siksa yang berlipat ganda di akhirat. Oleh karena itu, kita harus menjauhi perbuatan zina dan menjaga diri dari godaan yang datang.

Surah Al-A’raf (7) ayat 33

“Allah SWT berfirman, ‘Katakanlah, “Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak atau yang tersembunyi saja, adalah termasuk perbuatan yang diharamkan oleh Tuhanku, demikian pula kejahatan, kedurhakaan terhadap-Nya, mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun yang tidak ada kebenarannya, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui.”‘Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah SWT melarang segala perbuatan keji, termasuk zina. Kita sebagai umat Muslim harus selalu menghindari perbuatan yang melanggar aturan Allah SWT.

Surah Al-An’am (6) ayat 151

“Allah SWT berfirman, ‘Katakanlah, “Datanglah aku membacakan kepada kamu apa yang telah diharamkan oleh Tuhanku terhadap kamu, yaitu janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, dan orang-orang yang dijajah di bawah kekuasaanmu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”‘Ayat ini menjelaskan bahwa Allah SWT melarang kita untuk mempersekutukan-Nya dengan apapun. Selain itu, kita juga harus berbuat baik kepada sesama manusia. Hal ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan kasih sayang dan perdamaian, bukan perbuatan zina yang merusak moral dan sosial.

Surah Al-Qalam (68) ayat 11

“Allah SWT berfirman, ‘Mereka yang takut kepada Tuhannya dengan hati yang tunduk adalah orang-orang yang mendapat kebahagiaan di surga, mereka hidup di dalamnya dengan sejahtera.'”Ayat ini mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati hanya bisa didapat oleh orang-orang yang takut kepada Allah SWT dan menjaga kesucian diri dari perbuatan zina.

Surah Al-Mu’minun (23) ayat 5-7

“Allah SWT berfirman, ‘Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka mereka tidak tercela. Barangsiapa yang mencari di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.'”Ayat ini menjelaskan bahwa kita hanya boleh melakukan hubungan intim dengan pasangan kita yang sah, yaitu istri atau budak yang dimiliki. Selain itu, kita harus menjaga kemaluan kita agar tidak melampaui batas.

Surah Al-Baqarah (2) ayat 168

“Allah SWT berfirman, ‘Hai manusia, makanlah yang halal dan baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.'”Ayat ini mengajarkan kita untuk hanya mengonsumsi makanan yang halal dan baik. Selain itu, kita juga harus menjauhi godaan syaitan yang bisa membawa kita pada perbuatan zina.

Surah An-Nisa (4) ayat 15

“Allah SWT berfirman, ‘Orang-orang perempuan yang merasa diri mereka tidak selamat dari tindakan keji dari suami-suami mereka, hendaklah mereka memohon perlindungan kepada Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT adalah Penerima taubat lagi Maha Penyayang.'”Ayat ini mengajarkan bahwa Allah SWT selalu membuka pintu taubat bagi orang yang telah melakukan kesalahan. Jika seseorang merasa tidak selamat dari tindakan keji suaminya, maka dia harus memohon perlindungan kepada Allah SWT.

Surah Al-Baqarah (2) ayat 187

“Allah SWT berfirman, ‘Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah SWT mengetahui bahwa kamu memperdayakan diri sendiri, maka Allah SWT menerima taubatmu dan memberi ampun kepadamu. Oleh karena itu, sekarang bergaulah dengan mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah SWT untuk kamu, makanlah dan minumlah sampai terang bagimu benang putih dari benang hitam pada fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai petang, dan janganlah kamu campur bercampur dengan mereka sedang kamu berI’tikaf di masjid. Itulah larangan Allah SWT, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah SWT menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka bertaqwa.'”Ayat ini mengajarkan tentang aturan bercampur dengan istri pada malam bulan puasa. Hal ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan tentang hubungan intim yang sah dan hanya boleh dilakukan dengan istri yang resmi.

Surah An-Nisa (4) ayat 25

“Allah SWT berfirman, ‘Dan barangsiapa di antara kamu tidak mempunyai kemampuan untuk menikah dengan perempuan-perempuan yang merdeka dan yang mu’minah, maka (nikahlah) dengan perempuan-perempuan yang menjadi milikmu karena perjanjianmu.’ Dan Allah SWT mengetahui apa yang ada dalam dirimu. Dan kamu sekali-kali tidak boleh mengikuti keinginan hatimu, sehingga kamu melampaui batas. Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.'”Ayat ini mengajarkan bahwa jika seseorang tidak mampu menikah dengan perempuan merdeka dan mu’minah, maka dia bisa menikah dengan budak yang dimilikinya. Namun, dia harus menjaga diri dari perbuatan zina dan tidak melampaui batas.

Surah Al-Maidah (5) ayat 5

“Allah SWT berfirman, ‘Pada hari ini dihalalkan bagimu segala yang baik-baik. Makanan orang-orang yang diberi kitab dihalalkan bagimu, dan makananmu dihalalkan bagi mereka. Dan (dihalalkan pula) wanita-wanita yang saleh dari orang-orang mukmin dan wanita-wanita yang saleh dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu, jika kamu telah memberikan maskawinmu kepada mereka, dengan ikatan perkawinan dan bukan zina atau menjalin hubungan di luar nikah. Dan barangsiapa yang mengingkari iman, maka sia-sialah amalannya dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.'”Ayat ini mengajarkan tentang aturan nikah yang sah. Kita hanya boleh menikah dengan wanita saleh dari orang mukmin atau dari orang yang diberi kitab, dengan ikatan perkawinan yang sah dan tidak melakukan zina atau menjalin hubungan di luar nikah.

Surah Al-Baqarah (2) ayat 223

“Allah SWT berfirman, ‘Dan isteri-isterimu adalah sebagai tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah untuk dirimu sendiri (amal yang baik), dan bertakwalah kepada Allah SWT, dan ketahuilah bahwa kamu akan bertemu dengan-Nya. Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman.'”Ayat ini mengajarkan tentang hubungan antara suami dan istri. Suami harus memperlakukan istri dengan baik dan seperti tanah tempat bercocok tanam. Mereka harus saling menghormati dan bertakwa kepada Allah SWT.

Surah Al-Imran (3) ayat 14

“Allah SWT berfirman, ‘Mereka itu membeli kesesatan dengan petunjuk, dan azab dengan ampunan. Mereka telah menanggung beban kemarahan yang berat karena mereka tidak mempercayai ayat-ayat Allah SWT dan membunuh nabi-nabi-Nya tanpa alasan yang benar. Dan mereka melakukan perbuatan keji dengan cara yang melampaui batas.'”Ayat ini mengajarkan tentang akibat yang akan diterima oleh orang yang tidak mempercayai ayat-ayat Allah SWT dan melakukan perbuatan keji seperti membunuh nabi-Nya atau melakukan zina.

Surah Al-Ahzab (33) ayat 35

“Allah SWT berfirman, ‘Sesungguhnya orang-orang muslim laki-laki dan perempuan, orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan, orang-orang yang taat laki-laki dan perempuan, orang-orang yang jujur laki-laki dan perempuan, orang-orang yang sabar laki-laki dan perempuan, orang-orang yang khusyu’ laki-laki dan perempuan, orang-orang yang bersedekah laki-laki dan perempuan, orang-orang yang berpuasa laki-laki dan perempuan, orang-orang yang memelihara kemaluannya laki-laki dan perempuan, dan orang-orang yang banyak mengingat Allah SWT, Allah SWT telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.'”Ayat ini mengajarkan bahwa Allah SWT memberikan pahala yang besar bagi orang-orang yang memelihara kemaluannya dan menghindari perbuatan zina.

Surah Al-Furqan (25) ayat 72

“Allah SWT berfirman, ‘Orang yang tidak menyaksikan perkara-perkara yang sia-sia, tidak melakukan