Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Apa Yang Dimaksud Dengan Distribusi?

Secara definisi, distribusi adalah kegiatan penyaluran (pengiriman, atau pembagian) kepada beberapa orang, perusahaan, atau ke beberapa tempat; pembagian barang kebutuhan sehari-hari (terutama di masa-masa keadaan darurat) oleh kepala pemerintahan kepada penduduk, pegawai negeri, dan sebagainya; semua posisi yang ditempati oleh unsur-unsur bahasa; penyebaran benda atau barang dalam suatu daerah atau wilayah geografi tertentu.

Apa itu Distribusi?

apa yang dimaksud dengan distribusi

Distribusi itu mempunyai definisi yang sangat luas sekali dan bergantung pada konteks dimana kata tersebut akan dipakai. Akan tetapi, secara garis besar, distribusi ini merupakan salah satu aktivitas ekonomi sebagai sebuah perantara antara produsen dengan konsumen.

Apa Tujuan Distribusi?

Distribusi ini memiliki beberapa tujuan, misalnya dalam rantai produsen dengan konsumen. Beberapa tujuan distribusi yang paling umum diantaranya:

  • Menyalurkan produk, barang atau jasa dari produsen kepada konsumen.
  • Konsumen bisa menggunakan hasil produksi dari produsen.
  • Mempermudah konsumen dalam memperoleh barang yang dibutuhkan.
  • Proses produksi yang benar – benar terjamin.
  • Memastikan pengembangan kualitas dan kuantitas produksi.
  • Meningkatkan nilai jual barang atau jasa dari hasil produksi tertentu.
  • Membantu perekonomian menjadi lebih stabil.

Apa Saja Jenis Distribusi?

Setelah kamu mengetahui apa itu distribusi dan apa saja tujuan distribusi? Sekarang kamu juga harus mengetahui jenis – jenis dari distribusi, yang diantaranya ialah sebagai berikut:

1. Distribusi Secara Langsung

Jenis distribusi yang dilakukan secara langsung ini adalah suatu proses kegiatan menyalurkan atau mengirimkan barang atau jasa dari pihak produsen atau perusahaan secara langsung ke konsumen tanpa menggunakan yang namanya perantara atau pihak ketiga.

Nah, contoh distribusi secara langsung oleh produsen ini seperti seorang petani, pekebun, nelayan, pedagang, dan sejenisnya. Mereka – mereka ini berperan sebagai produsen yang akan mendistribusikan atau menjual produk hasil produksinya secara langsung kepada konsumen.

2. Distribusi Secara Tidak Langsung

Jenis distribusi yang kedua ini adalah distribusi yang dilakukan secara tidak langsung oleh produsen melainkan menggunakan perantaraan pihak ketiga, entah itu dilakukan secara perseorangan atau menggunakan jasa perusahaan yang bergerak di bidang distribusi (distributor).

Salah satu contoh kegiatan distribusi secara tidak langsung ini adalah seperti PT Pertamina yang menyalurkan gas LPG kepada warga masyarakat melalui agen-agen gas LPG.

3. Distribusi Secara Intensif

Distribusi intensif adalah kegiatan menyalurkan barang hasil produksi atau jasa kepada pengusaha retail. Distribusi secara intensif ini mempunyai batasan (limit) karena tidak semua perusahaan mempunyai peraturan dan kebijakan untuk menjual barang dagangannya dengan menggunakan sistem retail (eceran).

4. Distribusi Secara Eksklusif

Distribusi eksklusif ini merupakan kebalikan dari distribusi intensif, karena kegiatan distribusi secara eksklusif ini merupakan kegiatan distribusi yang dilakukan untuk menyalurkan atau menjual barang secara besar - besaran.

Tentunya kegiatan ini dilakukan setelah melewati tahap kesepakatan dari kedua belah pihak, yaitu antara produsen dengan pengecer. Intinya, dengan kesepakatan tersebut diharapkan kegiatan penjualannya bisa menguntungkan kedua belah pihak.

Contoh kegiatan distribusi eksklusif ini dapat kita lihat pada distribusi smartphone, laptop, dan barang sejenisnya. Penjual produk (produsen) akan menjalin kerjasama dan membuat kesepakatan dengan pengecer, alhasil kedua belah pihak sama – sama memperoleh keuntungan.

5. Distribusi Secara Selektif

Yang terakhir, ada yang namanya distribusi secara selektif. Distribusi yang satu ini biasanya akan fokus pada sebuah solusi supaya barang atau produk bisa disalurkan dengan baik.

Umumnya, jenis distribusi yang satu ini dilakukan oleh produsen dengan pengiriman barang yang mematok tujuannya ke daerah – daerah tertentu saja. Hal ini mereka lakukan karena barang atau produknya sangat laris di daerah itu sendiri.

Contoh kegiatan distribusi secara selektif ini seringkali dilakukan oleh para produsen penjual pakaian dan fashion lainnya yang sudah ternama atau istilahnya sudah memiliki brand terkenal. Pakaian atau fashion branded biasanya hanya akan disalurkan ke wilayah – wilayah yang mempunyai toko eksklusif saja.