-->
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menonaktifkan Autodebet BCA

Autodebet artinya rekening bank kita akan terpotong secara rutin terpotong setiap bulannya sesuai dengan kesepakatan antara nasabah dan pihak bank. Lantas, apakah ada cara menonaktifkan autodebet BCA?

Jawabannya sangat mudah sekali. Pada artikel kali ini admin Ilyasweb akan sharing sedikit pengalaman mematikan autodebet bank BCA.

mematikan autodebet bca

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, bahwa di bank BCA nasabah bisa mengizinkan satu pihak untuk mengambil dana secara otomatis guna membayarkan tagihan nasabah setiap bulannya.

Baik itu untuk membayar cicilan mobil atau motor, tagihan kartu kredit, KPR, bayar tagihan pascabayar, kontrakan, cicilan rumah, BPJS kesehatan atau jenis tagihan rutin bulanan lainnya.

Alasan mematikannya beragam, entah itu karena kamu sudah selesai mencicil tagihannya, ataupun kamu ingin membayar tagihan tersebut sendiri secara manual. Nah, biasanya alasan kedua inilah yang paling logis.


Cara Mematikan Autodebet BCA

Baiklah, saya tidak akan berpanjang lebar, untuk kamu yang ingin menghentikan fitur autodebet di bank BCA tahapan atau jenis rekening lainnya, silakan ikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Siapkan buku tabungan (rekening) BCA, ATM, dan juga KTP asli (bukan fotokopi).
  2. [Optional] Kartu BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS).
  3. Datang langsung ke kantor cabang BCA terdekat.
  4. Ambil antrian di Customer Service, dan sampaikan tujuan dan maksud kamu.
  5. Nanti, kamu akan dimintai biaya sekitar Rp 7.000,- untuk materai.
  6. Selesai.

Jadi, sebenarnya untuk melakukan blokir terhadap tagihan otomatis ke rekening BCA itu sangat mudah sekali, ya meskipun kamu harus datang secara langsung ke kantor bank.

Saya berharap, semoga saja kedepannya pihak bank BCA ini memberikan kemudahan untuk mematikan autodebet misalnya langsung via M-Banking atau KlikBCA.


Sekedar tambahan, untuk hal BPJS Kesehatan yang ternyata ketinggalan alias tidak kebawa ke kantor bank BCA, silakan kamu minta nomor HP Customer Service-nya saja (kalau dia nggak keberatan), dan nanti kamu bisa mengirim dokumen yang kurang tersebut via WhatsApp atau Email.
Muhamad Ilyas
Muhamad Ilyas Hanya seorang manusia biasa yang suka menulis informasi terbaru tentang perkembangan teknologi dan bisnis.